BIOLOGI UNESA Lakukan Kuliah Praktisi “Sistematika Amphibia” Hadirkan Ahli Zoologi Nasional dari BRIN
Sebagai bentuk implementasi program Diktisaintek Berdampak, Rumpun Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi dengan topik “Sistematika Amphibia” pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai, secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Amir Hamidy, M.Sc., Peneliti Ahli Utama pada Department of Herpetology, Museum Zoologicum Bogoriense, Research Center for Biosystematics and Evolution, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber utama.
Prof. Amir dikenal luas sebagai ahli herpetologi terkemuka di Indonesia, dengan kontribusi besar dalam bidang sistematika, evolusi, dan konservasi amfibi serta reptil Nusantara. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (2004), kemudian melanjutkan studi magister dan doktoral di Kyoto University, Jepang (M.Sc. 2010; Ph.D. 2013) dengan fokus pada biologi evolusi dan sistematika vertebrata.
Dalam karier penelitiannya, Prof. Amir telah mendeskripsikan lebih dari 50 spesies baru amfibi dan reptil Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Sekretariat Otoritas Ilmiah Keanekaragaman Hayati (SKIKH) BRIN, serta menjadi anggota Komite Hewan CITES mewakili Asia sejak 2023. Selain itu, beliau juga aktif sebagai anggota kelompok spesialis IUCN (Amphibian, Snake, dan Crocodilian Specialist Groups), dan pernah menjabat sebagai Presiden Perhimpunan Herpetologi Indonesia (2013–2022).

Dalam kuliah ini, Prof. Amir membahas secara mendalam peran sistematika dalam memahami keanekaragaman hayati dan hubungan evolusioner antarspesies, serta pentingnya dokumentasi ilmiah dalam upaya konservasi satwa Indonesia. Beliau juga menekankan bahwa studi sistematika berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 15: Kehidupan di Darat (Life on Land), yaitu melestarikan, memulihkan, dan memanfaatkan secara berkelanjutan ekosistem darat serta menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati.
Menariknya, kegiatan kuliah praktisi ini dibuka untuk umum, sehingga diikuti tidak hanya oleh mahasiswa pemrogram mata kuliah Sistematika Hewan (SH), tetapi juga oleh peserta eksternal dari berbagai lembaga dan komunitas, termasuk anggota GO ARK (Gerakan Observasi Amfibi Reptil Kita) sebuah kegiatan citizen science atau sains khalayak yang mengajak masyarakat umum untuk ikut serta dalam mengumpulkan informasi keberadaan amfibi dan reptil yang ada di Indonesia.
Kehadiran peserta dari komunitas GO ARK menambah semangat diskusi dalam kegiatan ini. Mereka turut berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab mengenai teknik observasi lapangan, identifikasi spesies, serta kolaborasi antara peneliti profesional dan komunitas dalam mendukung konservasi herpetofauna Indonesia.
Sesi berlangsung interaktif, diwarnai antusiasme peserta yang tinggi dari awal hingga akhir acara. Kegiatan ini memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya kolaborasi lintas bidang antara akademisi, peneliti, dan komunitas pemerhati satwa.
Melalui kegiatan ini, Rumpun Biologi FMIPA UNESA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berbasis riset, kolaboratif, dan relevan dengan isu keanekaragaman hayati nasional, serta mendukung penguatan jejaring antara dunia akademik dan komunitas pecinta alam di Indonesia.