Dosen Biologi UNESA Latih Ibu-Ibu PKK Desa Suko Bikin Teh Kombucha untuk Cegah Diabetes
Sidoarjo — Tim dosen Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Pelatihan Pembuatan Minuman Sehat Teh Kombucha dan Kebiasaan Hidup Sehat untuk Pencegahan Penyakit Diabetes" bagi ibu-ibu PKK Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Juli 2025, di Kantor Balai Desa Suko dan diikuti oleh 40 orang ibu-ibu PKK setempat.
Kegiatan ini digagas oleh tujuh dosen Biologi UNESA, yaitu Dr. Wirdatun Nafisah, S.Si., M.Si. (Ketua), bersama enam anggota tim: Dr. Nur Ducha, S.Si., M.Si.; Nur Qomariyah, S.Pd., M.Sc.; Prof. Dr. Dyah Hariani, M.Si.; Erlix Rakhmad Purnama, S.Si., M.Si.; Elma Sakinatus Sajidah, M.Si., Ph.D.; serta Dr. Honesty Nurizza Pinanti, S.Si., M.Si.
Diabetes, Ancaman Serius bagi Kesehatan Perempuan
Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia, yang diproyeksikan meningkat dari 18,68 juta kasus pada 2020 menjadi 40,7 juta kasus pada 2045. Perempuan tercatat memiliki risiko lebih tinggi terkena DM dibanding laki-laki, dengan prevalensi masing-masing 31,3% berbanding 23%.
Di tingkat lokal, data Profil Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan Kecamatan Sukodono termasuk tiga wilayah dengan kasus DM tertinggi, yakni 4.334 kasus. Kebiasaan ibu-ibu di Desa Suko yang gemar mengonsumsi makanan matang siap santap tanpa memperhatikan nilai gizi turut menjadi faktor pemicu, sebagaimana tercatat dalam kegiatan pembinaan kesehatan POSBINDU Puskesmas Kecamatan Sukodono.
Kombucha sebagai Solusi Alami
Menjawab persoalan tersebut, tim PKM Biologi UNESA memperkenalkan teh kombucha — minuman fermentasi dari teh manis dengan bantuan kultur simbiosis bakteri dan ragi (SCOBY) — sebagai alternatif minuman sehat penurun risiko diabetes. Berbagai penelitian menunjukkan teh kombucha mampu menurunkan kadar gula darah melalui aktivitas penghambatan enzim α-Glucosidase, regulator kadar gula dalam darah.
Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahap: ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab, pre-test dan post-test, serta praktik langsung pembuatan teh kombucha oleh peserta.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Desa Suko, Ibu Ririn Rahmawati, dan Ketua Pelaksana PKM, Dr. Wirdatun Nafisah, M.Si. Materi pertama bertajuk "Diabetes Melitus: Faktor Risiko, Tipe, dan Pencegahannya" disampaikan oleh Nur Qomariyah, M.Sc., dilanjutkan materi "Manfaat dan Cara Membuat Teh Kombucha sebagai Minuman Herbal Anti-Diabetes" oleh Elma Sakinatus Sajidah, Ph.D. Sesi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan teh kombucha oleh Dr. Wirdatun Nafisah, serta praktik langsung secara berkelompok oleh para peserta.
Hasil: Pemahaman Peserta Melonjak Signifikan
Evaluasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Rata-rata skor pre-test peserta yang semula hanya 35,25 melonjak menjadi 90,025 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 1,836 yang tergolong kategori tinggi — menandakan pelatihan sangat efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang diabetes dan teh kombucha.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Dok. Pribadi)
Dari sisi kepuasan, angket respon peserta mencatat rata-rata skor 3,42 dari skala 4 (kategori baik hingga sangat baik). Indikator dengan skor tertinggi adalah peningkatan kesadaran peserta akan pentingnya hidup sehat untuk mencegah diabetes (3,63), disusul ketertarikan mempraktikkan pembuatan teh kombucha secara mandiri di rumah (3,57). Sementara itu, pemahaman teknis pembuatan teh kombucha mendapat skor relatif paling rendah (3,13), yang menjadi catatan bagi tim untuk memperkuat sesi praktik pada kegiatan berikutnya.
Harapan Keberlanjutan
Tim PKM merekomendasikan beberapa langkah pengembangan untuk kegiatan serupa di masa depan, yaitu penambahan porsi praktik langsung agar pemahaman teknis peserta lebih merata, sesi pendampingan lanjutan baik tatap muka maupun daring, serta penyediaan modul tertulis sebagai panduan praktik mandiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Biologi FMIPA UNESA menunjukkan komitmennya dalam menerapkan hasil riset dan keilmuan untuk kemaslahatan masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara luas.