Dosen Prodi Biologi UNESA Laksanakan Pelatihan Pembuatan Yoghurt Berbasis Bioteknologi di SMA Labschool Unesa
Surabaya – Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan produk bioteknologi yoghurt bagi siswa SMA Labschool Unesa Surabaya.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Produk Bioteknologi Yoghurt di SMA Labschool Unesa Surabaya” ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan edukasi sekaligus pengalaman praktis kepada peserta mengenai penerapan konsep bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut melibatkan dosen dari Program Studi S1 Biologi yang tergabung dalam Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Mikrobiologi.
Pelatihan dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui demonstrasi dan praktik langsung. Peserta memperoleh materi mengenai sejarah dan manfaat yoghurt, bahan yang digunakan, prinsip fermentasi, serta prosedur pembuatan yoghurt yang baik dan benar. Tim pelaksana juga menyiapkan modul, bahan presentasi, dan video tutorial sebagai media pendukung pembelajaran.
Melalui pendekatan praktik, peserta berkesempatan mengaplikasikan secara langsung konsep fermentasi yang telah dipelajari. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan konsep bioteknologi yang diperoleh dalam pembelajaran dengan penerapannya dalam kehidupan nyata. Selain meningkatkan pemahaman, pelatihan juga diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas dan wawasan mengenai potensi produk bioteknologi sebagai peluang ekonomi.

Hasil kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif dari peserta. Seluruh kelompok berhasil menghasilkan yoghurt yang baik, tidak terkontaminasi, dan layak dikonsumsi. Berdasarkan hasil angket, 100% peserta menyatakan bahwa materi dan demonstrasi mudah dipahami serta kegiatan mampu menambah pengetahuan mereka mengenai pembuatan yoghurt. Peserta juga menyatakan mampu membuat yoghurt secara mandiri di rumah apabila tersedia susu dan starter.
Tidak berhenti pada aspek pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga menunjukkan potensi dalam membangun wawasan kewirausahaan peserta. Sebanyak 95% peserta menilai pelatihan berpotensi meningkatkan perekonomian keluarga, sementara 72% peserta menyatakan tertarik menjadikan pembuatan yoghurt sebagai peluang wirausaha. Selain itu, 89% peserta termotivasi untuk mencoba membuat yoghurt menggunakan jenis susu lainnya.
Kegiatan PKM ini juga menghasilkan sejumlah luaran pendukung, antara lain modul pelatihan, bahan presentasi, angket respons peserta, video pembuatan yoghurt, serta produk yoghurt hasil praktik. Selain itu, kegiatan telah menghasilkan artikel yang diseminarkan dalam seminar nasional biologi dan dalam proses menuju prosiding, publikasi pada media massa Kompasiana, video kegiatan yang diunggah melalui YouTube, serta Surat Pencatatan Ciptaan untuk hak cipta video pembuatan yoghurt.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dosen Program Studi S1 Biologi UNESA dalam menghadirkan ilmu biologi yang aplikatif bagi masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan berbasis praktik seperti ini, konsep mikrobiologi dan bioteknologi tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki potensi ekonomi.
Pelaksanaan PKM tersebut sekaligus memperlihatkan peran aktif Program Studi S1 Biologi UNESA dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian yang mengintegrasikan keilmuan biologi, pembelajaran, keterampilan praktis, dan pemberdayaan masyarakat.