Dukung Pendidikan Berkualitas, Tim KBK Mikrobiologi Prodi S1 Biologi Unesa Latih Siswa SMAN 18 Surabaya Membuat Pangan Fungsional Herbal Yogurt
Tim Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Mikrobiologi Program Studi S1 Biologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals, terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas dan SDG 2 Tanpa Kelaparan, serta SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Tim KBK yang beranggotakan Prof. Dr. Mahanani Tri Asri, Guntur Trimulyono, M.Sc., Lisa Lisdiana, Ph.D., dan Dr. Farah Aisyah Nafidiastri ini menunjukkan kontribusinya melalui kegiatan pelatihan pembuatan pangan fungsional berbasis herbal yoghurt bagi siswa SMAN 18 Surabaya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 3-4 Agustus 2026 ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat memperkuat literasi sains di kalangan pelajar. Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada konsep pangan fungsional, yaitu produk pangan yang tidak hanya memberikan nilai gizi tetapi juga manfaat kesehatan tambahan. Pangan fungsional sendiri merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada SDG 2 dan 3.

Produk Pangan Fungsional Yoghurt Herbal Kayu Secang
Untuk memperkuat konsep tentang pangan fungsional, pada kesempatan ini siswa SMAN 18 Surabaya dipandu oleh tim KBK Mikrobiologi Unesa mempraktikkan pembuatan herbal yogurt dengan memanfaatkan mikroba fermentasi yang dipadukan dengan ekstrak tanaman lokal berkhasiat, yaitu kayu secang. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas siswa dalam mengembangkan produk pangan sehat, inovatif, dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Ketua tim KBK Mikrobiologi, Prof. Mahanani, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya bioteknologi pangan dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. “Kami ingin siswa memahami bahwa mikrobiologi bukan sekadar teori, tetapi dapat diaplikasikan langsung untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa SMAN 18 Surabaya. Mereka menyampaikan bahwa pengalaman langsung membuat herbal yogurt memberikan wawasan baru tentang potensi mikroba dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya pelatihan ini, Unesa berharap dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan berkualitas, sekaligus mendorong generasi muda untuk berinovasi di bidang bioteknologi dan pangan fungsional.