Kuliah Tamu Peran Genetika Konservasi dalam Menjaga Keanekaragaman Hayati
Surabaya, Program Studi Biologi dan Pendidikan Biologi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat atmosfer akademik berbasis riset melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Genetika Konservasi” yang dilaksanakan secara online tanggal 02 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Abdul Hamid A. Toha, M.Si, akademisi dan peneliti dari Program Pascasarjana Universitas Papua, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pemahaman Genetika khususnya dalam bidang konservasi sumber daya hayati.

Dalam pemaparannya, Prof. Hamid menegaskan bahwa genetika konservasi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di tengah meningkatnya tekanan lingkungan, termasuk kerusakan habitat dan invasi spesies asing. Ia menjelaskan bahwa pendekatan genetika memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tingkat keragaman genetik suatu populasi, mendeteksi potensi penurunan populasi, hingga merancang strategi konservasi yang lebih efektif dan berbasis data ilmiah. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar genetika konservasi, dinamika keragaman genetik populasi, serta penerapannya dalam pengelolaan biodiversitas.
Salah satu contoh aktual yang diangkat dalam kuliah tamu ini adalah fenomena ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) yang kini banyak ditemukan di perairan Indonesia. Prof. Hamid menjelaskan bahwa spesies ini merupakan organisme invasif yang mampu berkembang pesat meskipun berasal dari jumlah induk yang terbatas, berkat kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Namun demikian, keberadaan ikan sapu-sapu memberikan tekanan ekologis terhadap spesies lokal melalui kompetisi sumber daya, yang pada akhirnya dapat menurunkan populasi serta keragaman genetik ikan asli. Kondisi ini, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi mengarah pada kepunahan spesies endemik secara perlahan.
Lebih lanjut, Prof. Hamid juga menyoroti pentingnya rintisan pengembangan genebank Indonesia sebagai bagian dari strategi konservasi jangka panjang. Genebank berfungsi sebagai pusat penyimpanan materi genetik, seperti DNA, jaringan, maupun benih, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, pemuliaan, hingga restorasi populasi di masa mendatang. Inisiatif ini dinilai krusial sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi laju kehilangan keanekaragaman hayati yang semakin cepat.
Topik yang diangkat dalam kuliah tamu ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) yang berfokus pada perlindungan ekosistem dan pengendalian spesies invasif. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berbasis riset serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik lintas institusi yang selama ini dijalankan oleh Prof. Hamid.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga memberikan wawasan kontekstual kepada mahasiswa mengenai tantangan nyata dalam konservasi biodiversitas. Melalui paparan yang komprehensif dan berbasis pengalaman riset, mahasiswa didorong untuk lebih kritis dan aktif dalam mengembangkan penelitian di bidang genetika dan konservasi. Dengan menghadirkan akademisi yang berpengalaman di tingkat nasional, program studi terus berupaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan generasi peneliti yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan global.