Mahasiswa Biologi UNESA Ciptakan POTEGI (Poster Tempel Biologi): Media Poster Interaktif yang Diterapkan untuk Tingkatkan Literasi Sains Anak Sanggar Bimbingan PERMAI, Penang, Malaysia
Dalam pelaksanaan Proyek Kemanusiaan Internasional 2025 melalui program Magang Berdampak, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengembangkan media pembelajaran inovatif bernama POTEGI (Poster Tempel Biologi). POTEGI dirancang sebagai poster interaktif untuk membantu siswa memahami organ tubuh manusia dan hewan secara visual.
POTEGI: Desain Poster Tempel Edukatif dan Interaktif
Media POTEGI dikemas dalam bentuk poster besar bergambar bagian tubuh manusia dan hewan (mamalia, aves, reptil, amfibi, dan ikan). Setiap organ tubuh dilengkapi dengan bagian-bagian kecil yang bisa ditempel dan dilepas menggunakan velcro, sehingga siswa dapat mempraktikkan konsep biologi secara langsung. Melalui sistem tempel-mencocokkan, anak-anak belajar mengenali organ, memahami fungsi tubuh, dan melatih daya ingat secara visual dan kinestetik. Desain yang berwarna cerah dan mudah dipahami juga menjadikan proses belajar lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak untuk berinteraksi langsung, mencocokkan posisi organ, serta memahami fungsi tubuh dengan cara yang lebih konkret dan menyenangkan. “POTEGI berhasil meningkatkan antusiasme dan partisipasi anak-anak selama kegiatan belajar di sanggar”, ujar Chintya Elesia Epiphania Silalahi.

Pihak Sanggar PERMAI juga menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang dibawa oleh para mahasiswa. Mereka menilai bahwa kehadiran POTEGI berhasil memberikan warna baru pada kegiatan belajar mengajar di sanggar, terutama dalam materi sains yang biasanya sulit dipahami anak-anak. Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut agar semakin banyak inovasi kreatif hadir untuk mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan tersebut.
POTEGI bukan hanya sekadar media pembelajaran, tetapi juga sarana eksplorasi yang membuat anak-anak lebih percaya diri saat mempelajari tubuh makhluk hidup. Melalui aktivitas mencocokkan organ secara mandiri, siswa menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mengonfirmasi jawaban bersama teman maupun pendamping. Metode ini terbukti meningkatkan pemahaman dasar biologi pada anak-anak usia sekolah dasar yang sebelumnya sering mengalami kesulitan memahami materi abstrak.
Belajar Melalui Pendekatan Interaktif

Mahasiswa Biologi UNESA berperan sebagai fasilitator sekaligus pengajar, memandu anak-anak memahami konsep tubuh makhluk hidup melalui metode bermain sambil belajar. Pendekatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kegemaran terhadap sains sejak dini, terutama bagi anak-anak dari latar belakang pendidikan nonformal. “Lewat POTEGI, kami ingin menunjukkan bahwa biologi bisa diajarkan dengan cara yang sederhana tapi berdampak besar,” ujar Marcella Putri Kurnia Sari.
Selain berdampak langsung pada anak-anak sanggar bimbingan, inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu biologi dapat dihadirkan sebagai sarana edukasi dan kemanusiaan lintas budaya. “Melalui POTEGI, kami ingin membuktikan bahwa biologi bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan, bahkan di luar ruang kelas formal,” ujar I Gede Bayu Khrisna Putra.
POTEGI Telah Terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
Inovasi POTEGI juga telah mendapatkan sertifikat Hak Cipta (HAKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI, yang menandakan orisinalitas dan keberlanjutan karya mahasiswa Biologi UNESA. Media ini telah terdaftar resmi di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan diterapkan secara langsung kepada anak-anak Sanggar Belajar PERMAI di Penang, Malaysia.
Undangan Memorandum of Understanding (MoU) antara PERMAI Penang dan International Blockchain Organisation Malaysia (IBOM) di Kuala Lumpur dan Kunjungan ke KJRI Penang


Salah satu pengalaman berharga menjadi salah satu tamu undangan ke acara Memorandum of Understanding (MoU) antara PERMAI Penang dan International Blockchain Organisation Malaysia (IBOM) di Kuala Lumpur. Acara ini menandai langkah strategis dalam pengembangan teknologi blockchain dan kolaborasi antar negara untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Proyek Kemanusiaan Internasional 2025, mahasiswa Biologi UNESA melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang dan disambut langsung oleh Bapak Wanton Saragih. Pertemuan ini membahas peran mahasiswa dalam diplomasi pendidikan dan penguatan budaya belajar anak-anak komunitas Indonesia di luar negeri. KJRI Penang turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UNESA dalam mendukung pendidikan anak-anak sanggar bimbingan.
Kolaborasi Mahasiswa Biologi dan Sanggar Bimbingan PERMAI Mewujudkan Pembelajaran yang Menginspirasi
Kegiatan mahasiswa Program Studi Biologi yang berlangsung di Sanggar Bimbingan PERMAI selama 27 hari, terlibat langsung dalam proses belajar-mengajar anak-anak di sanggar tersebut, dan meninggalkan kesan mendalam baik bagi para mahasiswa maupun anak-anak sanggar bimbingan. Program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan akademik, tetapi juga membangun interaksi sosial dan menumbuhkan motivasi belajar pada anak-anak.

“Kami merasa kegiatan ini sangat memuaskan karena dapat menerapkan ilmu dalam situasi nyata serta belajar memahami karakter dan kebutuhan belajar anak-anak”. Pihak sanggar menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama dapat terus berlanjut pada periode berikutnya. Dengan adanya program proyek kemanusiaan 2025, mahasiswa Biologi berharap kontribusi kecil yang mereka berikan dapat membantu meningkatkan semangat belajar anak-anak dan memberi dampak positif untuk pendidikan di lingkungan tersebut.
Inovasi Media Pembelajaran Edukatif dan Penguatan Sinergi Pendidikan oleh Mahasiswa Prodi Biologi Unesa

Program Proyek Kemanusiaan Internasional 2025 membangun studi Biologi UNESA menunjukkan keberhasilan gemilang, membuktikan bahwa pembelajaran biologi tidak hanya terfokus di laboratorium saja tetapi juga ke ruang kelas. Dalam Proyek Kemanusiaan Internasional menghubungkan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan empati sosial sebagai jembatan kemanusiaan yang nyata. Mahasiswa Biologi UNESA membawa perubahan dengan menggabungkan keilmuan biologi dan kreativitas dalam pembuatan media pembelajaran yang edukatif dan menarik.
Mahasiswa Biologi Unesa membangun jaringan kolaborasi teknologi dan pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, organisasi internasional dan mendukung pendidikan siswa-siswi diaspora secara berkelanjutan.
Penulis:
Tim Proyek Kemanusiaan Internasional S1 Biologi FMIPA UNESA 2025
1. I Gede Bayu Khrisna Putra
3. Chintya Elesia Epiphania Silalahi