Mahasiswa Biologi UNESA Gelar Praktikum Lapangan Ekologi di Taman Nasional Baluran Dalam Rangka Mendukung SDGs 13
Situbondo, 7–8 November 2025
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak tahun 2000, untuk menguatkan teori-teori mata kuliah ekologi, Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan Praktikum Lapangan Ekologi di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Memahami fenomena interelasi ekologis secara faktual di alam, merupakan tujuan utama dari kegiatan lapangan ini. Sebanyak 181 mahasiswa S1 Biologi Angkatan 2024 bersama Kaprodi, tiga dosen pengampu yakni Dra. Herlina Fitrihidajati, M.Si., Prof. Dr. Tarzan Purnomo, M.Si., dan Dr. Sunu Kuntjoro, M.Si., serta enam orang asisten praktikum (Co-Ass) terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi mahasiswa.
Taman Nasional Baluran yang tidak saja menawarkan keindahan alam, dipilih sebagai lokasi kegiatan praktikum. Kawasan ini menyajikan berbagai tipe ekosistem yang unik dan beragam serta representatif untuk kajian ekologi, mulai dari savana, hutan musim, hutan evergreen, hutan mangrove, perairan pantai dangkal, padang lamun (seagrass), hingga terumbu karang. Keanekaragaman ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari interaksi komponen biotik–abiotik secara langsung di alam.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, mahasiswa melakukan tujuh topik praktikum ekologi, di antaranya;
- Analisis Produktivitas Perairan Pantai Bama
Mahasiswa mengukur produktivitas primer menggunakan metode botol winkler terang dan botol winkler gelap untuk mengetahui tingkat fotosintesis dan respirasi fitoplankton sebagai produsen utama pada ekosistem perairan.


- Analisis Kualitas Perairan Pantai Bama
Pengambilan data kualitas air dilakukan dengan mengukur parameter suhu, DO, BOD, pH, salinitas, dan kekeruhan sehingga dapat ditentukan status kualitas perairan pantai Bama Baluran.

- Analisis Komunitas Plankton Perairan Pantai Bama
Selain itu, mahasiswa mengoleksi sampel plankton menggunakan plankton net untuk diamati dan diidentifikasi jenisnya di laboratorium Ekologi, sehingga dapat diketahui keanekaragaman, kepadatan, indeks diversitas, dan indeks densitas, sehingga tergambarkan status trofiknya.

- Analisis Komunitas Makrozoobenthos Perairan Pantai Bama
Pada topik ini mahasiswa melakukan kajian terkait keanekaragaman, kepadatan, dan indeks diversitas dan densitas makrozoobenthos sehingga dapat diketahui kelimpahan organisme dasar perairan yang menjadi indikator kesehatan ekosistem pesisir dan daya dukungnya terhadap sistem rantai dan jaring-jaring makanan di pantai Bama.


- Analisis Komunitas Lamun (Seagrass) Perairan Pantai Bama
Pada kawasan perairan dangkal pantai Bama, mahasiswa mengidentifikasi jenis lamun, kerapatan, serta menghitung tutupan lamun menggunakan metode transek kuadrat. Kajian ini untuk mengetahui kekayaan spesies lamun di pantai Bama Baluran.


- Analisis Vegetasi Mangrove
Mahasiswa melakukan identifikasi jenis mangrove, pengukuran diameter batang, kerapatan vegetasi, hingga perhitungan nilai penting spesies untuk mengetahui dominansi jenis dalam komunitas mangrove.
![]() | |||
![]() |
- Analisis Vegetasi Pohon
Pengamatan dilakukan pada kawasan hutan musim dan savana dengan metode point center plot. Mahasiswa mengukur diameter dan tinggi pohon, kemudian menghitung parameter kerapatan, frekuensi, dan dominansi untuk menentukan struktur ekosistem tumbuhan darat. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengukuran parameter fisika kimia tanah dan udara seperti pH, kelembaban, dan suhu yang bertujuan untuk menilai kondisi kesuburan tanah dan kualitas udara yang mempengaruhi pertumbuhan vegetasi.
Observasi Lamun dan Benthos

Kegiatan praktikum ini tidak hanya memberikan penguatan pengetahuan teoritis, tetapi juga melatih keterampilan ilmiah seperti teknik sampling, analisis data, kerja tim, hingga penyusunan laporan ilmiah sehingga sangat menunjang kompetensinya. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika ekosistem secara langsung serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kegiatan berjalan dengan baik dan kondusif, serta mendapat dukungan penuh dari pihak Balai Taman Nasional Baluran.
-Tim Ekologi

