Mahasiswa Biologi UNESA Tingkatkan Kompetensi Analisis Laboratorium melalui Program Magang Mobilitas Akademik di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.
Selama empat bulan menjalani program magang di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Negeri Surabaya tidak hanya terlibat dalam analisis laboratorium dan mini proyek pengujian kualitas pakan ternak, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan institusi, mulai dari pelatihan, kegiatan operasional, hingga penyelenggaraan acara. Pengalaman tersebut memberikan bekal kompetensi teknis, profesional, dan kolaboratif sebagai persiapan memasuki dunia kerja.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang memiliki peran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang peternakan melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi. Fasilitas laboratorium yang lengkap, tenaga ahli yang berpengalaman, dan penerapan sistem manajemen mutu menjadikan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu salah satu institusi yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Hal ini juga menjadi alasan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program magang mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Praktik Pengujian Proksimat

Selama empat bulan, mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026, mahasiswa ditempatkan di Divisi Nutrisi dan Pakan Ternak, divisi yang bertanggung jawab dalam melakukan analisis kualitas bahan pakan ternak dan pakan jadi. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari lingkungan kerja yang profesional sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di lingkungan laboratorium secara kerja nyata. Selain itu, mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh tahapan pekerjaan laboratorium, mulai dari preparasi sampel melalui proses pengambilan sampel, pengeringan sampel, penghalusan sampel, hingga penimbangan sampel. Kemudian mahasiswa melakukan pengujian proksimat, yang meliputi pengujian kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, dan serat kasar pada berbagai jenis sampel. Selain itu mahasiswa juga terlibat dalam mini proyek penelitian, pengolahan data hasil analisis, serta evaluasi kualitas pakan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menghadiri Seminar Hasil Magang

Selain melakukan kegiatan laboratorium, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti seminar hasil peserta magang yang telah menyelesaikan programnya di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami tahapan akhir pelaksanaan magang, memperoleh gambaran mengenai penyusunan presentasi yang sistematis, teknik berbicara di depan audiens, serta peran moderator dalam memandu jalannya seminar. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam mempersiapkan seminar hasil magang yang akan dilaksanakan pada akhir masa magang.
Kegiatan di Luar Lingkungan Laboratorium
Program magang di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu tidak hanya memberikan pengalaman di laboratorium, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan institusi. Mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja, membantu persiapan pelaksanaan berbagai acara, serta mengkuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Selain itu, mahasiswa juga membantu berbagai kebutuhan operasional yang mendukung kelancaran aktivitas di lingkungan balai.
Mengikuti Kelas di Divisi Nutrisi dan Pakan Ternak

Selama menjalani program magang, mahasiswa juga memperoleh berbagai materi dan pelatihan yang disampaikan oleh Ketua dan Wakil Ketua Divisi Nutrisi dan Pakan Ternak Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar nutrisi pakan ternak, kebutuhan nutrisi pada berbagai jenis ternak, penyusunan formulasi ransum, hingga prinsip ilmiah yang mendasari setiap pengujian proksimat. Pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara hasil analisis laboratorium dengan penerapannya dalam penyusunan pakan yang berkualitas.
Mahasiswa tidak hanya mengetahui tahapan pengujian yang dilakukan, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap metode yang digunakan serta pentingnya analisis nutrisi dalam mendukung produktivitas ternak. Dengan demikian, program magang memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh, mulai dari aspek teori, praktik, hingga penerapan ilmu di dunia kerja.
Penulis:
Peserta Magang MBKM di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu
1. I Gede Bayu Khrisna Putra