Tingkatkan Literasi Genetik, Tim PKM Rumpun Biologi UNESA Gelar Penyuluhan Kolaboratif bagi Guru MGMP IPA Jombang
Jombang — Tim dosen Rumpun Biologi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Meningkatkan Literasi Genetik untuk Masyarakat melalui Program Edukasi dan Penyuluhan Kolaboratif". Kegiatan ini berlangsung pada 17–19 Juli 2025 di SMPN 1 Bareng, Kabupaten Jombang, dan diikuti oleh 19 guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA wilayah Selatan Jombang.
Program ini digagas oleh tujuh dosen UNESA yang tergabung dalam tim pengabdi, yaitu Dr. Nurul Jadid Mubarakati, M.Si. (Ketua), bersama enam anggota: Prof. Dr. Isnawati, M.Si.; Fitriari Izzatunnisa Muhaimin, B.Sc., M.Sc.; Ahmad Fudhaili, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Putut Rakhmad Purnama, S.Si., M.Si.; Dr. Atan Pramana, M.Pd.; dan Sari Fitriyaningsih, M.Pd., M.Sc. Kegiatan ini menggandeng MGMP IPA wilayah Selatan Jombang sebagai mitra, dengan penanggung jawab Ketua MGMP, Luluk Yunan BS, M.Pd.
Latar Belakang: Guru Perlu Literasi Genetik yang Kuat
Perkembangan pesat teknologi genetika, seperti tes genetik dan pengeditan gen, membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari isu kesehatan, privasi, hingga pengambilan keputusan medis. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat berisiko kesulitan menginterpretasi hasil tes genetik atau justru terjebak stigma dan kesalahpahaman terhadap penyakit genetik.
Di sisi lain, hasil analisis tim pengabdi menunjukkan MGMP IPA di Kabupaten Jombang menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kurang aktifnya sebagian anggota dan pengurus dalam mengikuti kegiatan, keterbatasan dana penunjang program pengembangan kompetensi guru, serta minimnya pendampingan bagi guru-guru muda dalam mengimplementasikan pengetahuan baru. Padahal, materi genetika kerap dianggap kompleks dan teoretis oleh para guru IPA, sehingga sulit disampaikan secara aplikatif kepada siswa.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim dosen Rumpun Biologi UNESA merancang program edukasi dan penyuluhan kolaboratif untuk meningkatkan literasi genetik guru, sekaligus mendorong integrasi konsep genetika ke dalam kurikulum sains di sekolah menengah.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pada tahap persiapan, tim pengabdi berkoordinasi dengan pengurus MGMP untuk menentukan kebutuhan peserta dan menyusun instrumen pretest-posttest, serta menyiapkan booklet edukatif berjudul "Literasi Genetik untuk Masyarakat". Booklet ini memuat konsep genetik dasar, mekanisme pewarisan sifat, contoh penyakit genetik yang umum dijumpai di masyarakat Indonesia seperti talasemia dan hemofilia, serta implikasi bioteknologi modern dalam deteksi dini penyakit genetik.
Kegiatan inti berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama berupa seminar edukatif dengan narasumber dosen bidang genetika FMIPA UNESA yang membahas "Konsep Dasar Penyakit Genetik dan Aplikasinya dalam Pembelajaran", mencakup struktur DNA, pola pewarisan Mendel, mutasi gen, hingga aspek etik penggunaan teknologi genetika. Sesi kedua berupa diskusi kelompok dan praktik pembelajaran kontekstual, di mana peserta menyusun rancangan pembelajaran sains yang mengintegrasikan literasi genetik ke dalam topik IPA SMP seperti pewarisan sifat, keanekaragaman hayati, dan bioteknologi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Dok. Pribadi)